Bersyukur
"Mistakes are a proof that we have trying"
Sepenuhnya setuju dengan kalimat yang ku terima sebagai,
balasan email perpisahan dengan teman-teman kantor.
Because of mistakes we finally know what to do.
Sampai pada akhirnya aku berani mengambil langkah yang pastinya amat sangat beresiko,
melepasakan pekerjaan yang kurang lebih 6 tahun ini dijalakan tentunya siap dengan serentetan kehilangan. :)
Kehilangan penghasilan itu pasti, kehilangan rutinitas kantor yang selama ini sudah dijalani sampe hafal diluaar kepala, dan tentunya kehilangan moment kebersamaan dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga.
Awalnya aku agak kesulitan meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa menjalani kehidupan kedepan tanpa perasaan was-was.
Pelan-pelan aku coba, yang pertama aku lakukan adalah meniatkan hari-hari kedepanku untuk lebih mengabdikan diri ke keluarga terutama kepada si kecil. 4tahun berlalu, adalah waktu yang tidak sebentar yang telah aku relakan untuk tidak bisa membersamai si kecil full dalam 24 jam.
Ternyata setelah jalan seminggu terasa nikmatnya mengikuti semua aktifitas sikecil. Lebih banyak terharu karena si kecil ternyata lebih dewasa dari usianya.
Terimakasih ya Allah, selalu ada hikmah atas setiap perkara yang terjadi untuk umatMU.
Lebih bersikap legowo dan coba diikhlaskan saja, serta lebih sering melihat ke bawah agar senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi.
"Tuhan tidak menjanjikan langit itu selalu biru,
bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.
Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai,
tawa disetiap air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban dari setiap doa."
-raspcke-
Komentar
Posting Komentar