Postingan

Hadiah

 Setelah kemelut batin terjadi beberapa waktu sebelum memutuskan resign kerja, melalui berbagai pertimbangan akhirnya dengan modal bismillah saya menyerahkan surat pengunduran diri. Teman-teman dan juga beberapa atasan sempat tidak percaya, tapi setelah dijelaskan alasannya akhirnya semua jadi mengerti dan menerima. Menunggu hampir 1 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus memberikan pelatihan kilat kepada rekan pengganti. Jadi ingat, saya menyerahkan dokumen serah terima beratus-ratus lembar seperti laporan skripsi. Karena pekerjaan saya banyak, dan harus dicatat dengan detail. Hahaha Pas sudah resmi dirumah, hari-hari saya isi dengan ngatar sikecil les BTQ dan hafalan. Selebihnya rutinitas IRT pada umumnya. Karena selama ini mudik setahun sekali dan dirumah paling lama seminggu, kesempatan ini saya pake buat mudik rencana awalnya sekitar 5 bulan dan suami pun ACC. Setelah sampai dikampung selang seminggu suami balik ke Tangerang buat kerja, saya belum mens, dan iseng saya t...

Hadiah Setelah Resign Kerja

 Assalamualaikum Wr. Wb.... Sepertinya blog ini banyak jaring laba-laba nya...hehehe Baru sempet buka, setelah 2tahun menghilang... Soon, bakal berbagai cerita apasih hadiah setelah resign kerja... Nantikan yaaa..

LDR sementara

22:56 Yogyakarta 21/11/2018 Setelah perjalanan melalui Kereta Api selama hampir 9 jam dilanjut naik mobil 3 jam, sampailah kami di Tanah kelahiran hari minggu jam 10 siang. Suasana begitu sepi, karena tetangga sekitar rumah sudah pergi ke sawah dari pagi. Mata berkaca-kaca setelah memeluk kedua orang tua. Ini adalah satu kesempatan langka, bisa pulang setahun 2 kali ketemu orang tua. 3 hari dan 2 malam ayahnya Nara mengantar kami. Setelah itu hari Selasa balik lagi ke Cikupa. Sedih banget, ternyata begini rasanya LDR. :( Mungkin melalui kejadian ini kami jadi bisa mengerti yang namanya keluarga, kebersamaan itu jauh lebih penting dari apapun. Belum lagi setiap waktu menjelang maghrib Nara selalu menangisi foto Ayahnya, selalu bertanya "ibu bulan Maret itu masih lama yaa?". Selalu aku jawab "sebentar kok dek, yang penting kita berdoa terus agar ayah sehat dan dilancarkan rezekinya biar bisa cepet jemput kita" sambal dipeluk kenceeng. Mudah-mudahan dengan...

Terimakasih

Sering denger, kalau kita mau tau caranya menilai seseorang itu egois apa enggak bisa dilihat dari 3 kata.  - Tolong  - Maaf  - Terimakasih Yang pertama setinggi apapun jabatan kita dikantor atau dimanapun keberadaan kita. Ketika minta bantuan sama orang lain, alangkah lebih baik kalau diawali dengan kata "Tolong". Karena selain lebih sopan, orang lain pun akan lebih seneng ngelakuin apa yang sudah kita minta. Dengan kata "Tolong" pun juga tidak menjadikan kita rendah dimata orang lain. Yang kedua, kalau kita salah sudah pasti wajib minta maaf. Kadang meskipun sudah minta maaf belum tentu bisa menghapuskan luka, tapi setidaknya mengurangi sedikit kekecewaan seseorang yang sudah dengan atau tanpa sengaja kita sakiti. Diluar itu, kadang minta maaf tidak ada hubungannya dengan kita salah atau benar, tapi lebih menjaga agar segala sesuatunya tidak jadi melebar kemana-mana. Yang ketiga, selalu ucapkan "Terimakasih"kepada siapapun atas apapu...

Pendidikan

Sudah seharusnya pendidikan itu menjadi prioritas tanpa memandang diri kita lelaki ataupun perempuan. Banyak nilai tambahnya apabila perempuan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi walaupun pada akhirnya, mereka tidak bekerja kantoran dan hanya dirumah saja. Mengapa demikian??? Karena perempuan itu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dan ternyata memang benar, aku sekarang ada di fase ini. Dan selain itu, kalo kata Nelson Mandela : "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world." Sempat kecewa pada apa yang aku alami belum lama ini. Dimana ada seseorang yang melihat pendidikan seseorang itu dengan sebelah mata. Apakah salah ketika melamar pekerjaan diawal, ijazah yang gunakan adalah ijazah SMA karena waktu melamar pekerjaan, posisi aku masih kuliah semester 4??? dan ketika telah bertahun-tahun bekerja ketika sudah lulus kuliah aku memberitahukan untuk update data pribadi, yang entah nantinya itu akan berpengaruh atau t...

Rencana

Jam sudah menunjukan 0:18, yang lain sudah terlelap pastinya. :)) Efek GoodDay Cappucino dan Es Teh manis mata malah makin seger. Ngomongin rencana kedepan, sebenernya banyak sekali yang sudah ada di kepala. Tapi bingung mulai dari mana?? Hari sabtu tepatnya sehari setelah resign yang aku lakuin setelah rutinitas IRT beres adalah ngumpulin buku-buku yang sudah dibeli dari jaman kuliah sampe sebelum resign kemarin. Aku urutin dari buku yang isinya lebih ke motivasi hidup, novel religi, sampe ke kpop juga ada. :)) Dari 30'an buku, baru 1 yang selesai aku baca. Novel "Air Mata Kasih". Isinya menyayat-nyayat gak kalah seru sama sinetron SC*V. List selanjutnya yang bakal tak baca, Novelnya Asma Nadia tapi nunggu waktu senggang. Karena sudah berniat mau banyak-banyak baca buku ketimbang nonton Drakor. :)) Kemarin di akhir-akhir kerja, sempet ngobrol sama salah satu temen. Disaranin untuk kedepannya lebih banyak ambil khursus, terutama Brevet minimal A dan B. Setelah...

Bersyukur

"Mistakes are a proof that we have trying" Sepenuhnya setuju dengan kalimat yang ku terima sebagai, balasan email perpisahan dengan teman-teman kantor. Because of mistakes we finally know what to do. Sampai pada akhirnya aku berani mengambil langkah yang pastinya amat sangat beresiko, melepasakan pekerjaan yang kurang lebih 6 tahun ini dijalakan tentunya siap dengan serentetan kehilangan. :) Kehilangan penghasilan itu pasti, kehilangan rutinitas kantor yang selama ini sudah dijalani sampe hafal diluaar kepala, dan tentunya kehilangan moment kebersamaan dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga. Awalnya aku agak kesulitan meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa menjalani kehidupan kedepan tanpa perasaan was-was. Pelan-pelan aku coba, yang pertama aku lakukan adalah meniatkan hari-hari kedepanku untuk lebih mengabdikan diri ke keluarga terutama kepada si kecil. 4tahun berlalu, adalah waktu yang tidak sebentar yang telah aku relakan untuk tidak bis...